Masih kuingat senyummu...
Dan sebuah keinginan konyol agar
dipanggil Rara...
Tidak cukup indahkah namamu?
Masih ingatkah kau padaku?
Mungkin tentang perjinahan yang kita
lakukan di udara?
Dimana desahmu dan erangku mengisi
sepinya malam yang nestapa..
Atau tentang bola billiard yang kita
pukuli,
hingga kemudian dia sembunyi,
dan kita pergi menggunakan lift...
Astaga LIFT!!!
Ingatkah kau tentang lift??!!
Ketika tangan kita tak mampu menjangkau
tombol lift..
Tidak!!
Tanganku bukan tak mampu, hanya saja
tak mau..
Bukan tombol laknat itu yang kutuju,
Hanya tubuhmu lah tempat ku bermuara..
Namun tubuhmu hanya sebuah
fatamorgana...
kuhanya mampu bercinta dengan aroma
pantene dari rambutmu yang tergerai...
Walau sejuta birahi memenuhi
syarafku...
Dan jutaan setan mendorongku untuk
memelukmu.
Pondok Rajeg, 22/08/2016, 11.25
-Cemara-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar