Minggu, 21 Agustus 2016

Kepada Ibu

Lihat ibuku duduk termenung di bangku kunjungan...
Meratapi nasib yang tak kunjung berpihak padanya...
Anak lelakinya masuk penjara karena wanita...
Suami yang dicintai sekaligus dibenci telah tiada...
Hanya tinggal si bungsu yang selalu minta di manja...

Dosa apa yang dia punya?
Mengapa asa tak kunjung tiba?
Adakah dia berbuat nista?

Airmata jatuh memandang anaknya yang sudah berstatus narapidana...
yang berusaha menghibur ibunya walau hatinya pun berduka...
Adakah bahagia menanti mereka di sebuah masa?

Ibu, maafkan anakmu...
Terjerumus dalam dosa yang maha...
Ibu, maafkan anakmu...
tulang punggung mu hilang sementara...

Pondok Rajeg, 22 Juli 2016, 23.13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar